Cara Menghitung Kebutuhan Semen Plesteran


Menghitung Kebutuhan Plesteran Dinding – Salah satu cara untuk memperindah suatu bangunan baik itu rumah atau gedung adalah plesteran. Istilah plesteran mungkin sudah sering Anda dengar, bahkan mungkin Anda sudah paham benar bagaimana fungsi dan cara pengerjaannya.

Plesteran sendiri selalu identik dengan lantai, dinding, saluran air, dan juga laut. Plesteran sendiri bisa diartikan sebagai pelapis lantai, dinding atau tembok dengan adonan yang berupa semen, pasir dan juga air.

 Menghitung Kebutuhan Semen Plesteran

Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan bagaimana cara menghitung kebutuhan semen untuk plesteran. Namun sebelum itu kami akan membahas terlebih dahulu mengenai pengertian, fungsi, tujuan dan juga jenis-jenis plesteran. Untuk lebih jelasnya mari langsung saja simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian Plesteran

Pengertian Plesteran

Plesteran merupakan suatu tahapan dalam pekerjaan konstruksi batu dan beton dengan merekatkan berbagai macam bahan adukan seperti semen, pasir, dan air pada sebuah bidang kasar. Tujuan utamanya adalah untuk membuat sebuah bidang menjadi halus dan rata sehingga akan memberikan kesan indah dan rapi jika dilihat.

Namun dalam pengertian lain, plesteran merupakan lapisan penutup bagian permukaan dinding dari pemasangan bata ringan (hebel), bata merah, ataupun batako sebelum melakukan acian.

Pekerjaan plesteran adalah langkah yang paling akhir dari suatu pekerjaan proyek konstruksi dengan menutup pemasangan batako, batu bata, ataupun bata ringan dan beton dengan adukan plester sehingga akan didapatkan:

  • Bidang muka dinding yang halus dan rata
  • Bidang muka dinding yang tegak dan lurus
  • Bidang muka dinding yang sewarna (tidak nampak kelainan warna dari bata dan juga adukan)
  • Tambahan kekuatan tembok

Baca juga: Harga Semen Mortar

Fungsi dan Tujuan Plesteran

Pengertian Plesteran

Plesteran memiliki fungsi sebagai perata permukaan, memperindah serta memperkedap tembok atau lantai. Selain itu, plesteran juga memiliki fungsi lainnya, seperti:

  • Pekerjaan plesteran memiliki tujuan agar mendapatkan kekuatan yang lebih pada struktur dinding atau lantai.
  • Plesteran memiliki tujuan untuk memperlihatkan kerapihan dan keindahan pada sebuah permukaan dinding atau lantai.
  • Secara konstruktif plesteran memiliki tujuan untuk dapat melindungi bidang dari berbagai macam cuaca seperti hujan panas dan lainnya.

Sementara itu, tujuan pekerjaan plesteran dinding atau lantai adalah sebagai berikut:

Pengertian Plesteran

  • Membuat bagian permukaan dinding dan lantai agar terlihat lebih rapi, bersih, dan untuk keindahan interior atau eksterior sebuah bangunan.
  • Dapat melindungi permukaan dari pengaruh cuaca dan juga iklim.
  • Dapat menutupi kerusakan-kerusakan bidang yang ditutupi.
  • Dapat menutupi kualitas yang kurang baik pada pemasangan bata.
  • Memudahkan proses pengecatan pada dinding.
  • Untuk memudahkan proses pembersihan pada bagian dinding dan lantai dari debu yang biasa menempel pada pasangan batu bata tanpa plesteran.

Jenis-Jenis Plesteran

Jenis-Jenis Plesteran

Pada umumnya plesteran dibagi menjadi 3 jenis, yakni:

  • Plesteran kasar adalah plesteran yang memiliki tekstur kasar untuk jenis pekerjaan pondasi.
  • Plesteran setengah halus adalah jenis plesteran yang pada umumnya digunakan khusus untuk pekerjaan lantai, kamar mandi, dan juga lapangan olahraga.
  • Plesteran halus adalah plesteran yang memiliki tekstur halus sebagai plesteran lantai atau dinding.

Berdasarkan bahan yang digunakan, pleteran terbagi menjadi 3 jenis, yakni:

bahan yang digunakan pleteran

  • Plesteran semen atau mortar semen, bahan yang pada umumnya digunakan untuk plesteran ini adalah adukan pasir dan semen sehingga biasa disebut dengan plesteran semen atau mortar semen.
  • Plesteran semen, adalah bahan plesteran yang dibuat dari bahan dasar kapur sebagai campuran untuk pembuatan adukannya.
  • Plesteran tanah liat, pembuatan plesteran ini adalah tanah liat yang dicampur secara rata dengan jerami yang sudah dihaluskan. Di beberapa daerah tertentu, plesteran tanah liat juga ada yang dicampur dengan kotoran sapi.

Baca juga: Menghitung Biaya Bangun Rumah 2 Lantai

Menghitung Kebutuhan Semen dan Pasir Pada Plesteran

Menghitung Kebutuhan Semen dan Pasir Pada Plesteran

 

Untuk menghitung kebutuhan semen dan pasir yang dibutuhkan pada plesteran sebenarnya cukup mudah. Anda hanya perlu menerapkan rumus perhitungan menggunakan sistem perkalian yang sederhana.

Meskipun demikian, dalam melakukan perhitungan nantinya Anda harus selalu memegang standar keamanan untuk pekerjaan plesteran yang berlaku.

Berdasarkan SNI 2008, ada 3 macam komposisi perbandingan semen (PC) dan pasir (PP) yang digunakan untuk membuat adukan plesteran. Beberapa diantaranya adalah 1 PC : 4 PP, 1 PC : 5 PP, dan 1 PC : 6 PP. Sementara untuk ukuran ketebalan plesteran yang umumnya dibuat kurang lebih sekitar 15 mm.

Nah, berikut ini kami akan memberikan informasi mengenai detail cara perhitungan untuk dapat mengetahui kebutuhan semen dan pasir dalam memplester lantai atau dinding bangunan.

  • Plesteran 1 PC : 4 PP

Dalam SNI 2008 dijelaskan bahwa dalam pembuatan adukan plester dengan menggunakan perbandingan 1 PC : 4 PP akan membutuhkan semen sekitar 6,24 kg/m2 dan juga pasir 0,024 m3/m2.

Jadi untuk dapat mengetahui jumlah semen dan pasir yang dibutuhkan, tinggal Anda kalikan ukuran luas bidang yang ingin diplester dengan ketentuan di atas.

Seperti misalnya, jika Anda ingin menerapkan plesteran yang memiliki ukuran 12 x 3 m, maka untuk jumlah semen yang diperlukan yaitu 36 x 6,24 = 224,64 kg atau 5,62 sak. Sementara untuk kebutuhan pasir yang dibutuhkan adalah 36 x 0,024 = 0,864 m3.

  • Plesteran 1 PC : 5 PP

Menghitung Kebutuhan Semen dan Pasir Pada Plesteran

Pada SNI 2008 dijelaskan bahwa dalam pembuatan adukan plesteran dengan menggunakan perbandingan 1 PC : 5 PP maka akan membutuhkan semen sekitar 5,18 kg/m2 dan pasir 0,026 m3/m2.

Jadi untuk dapat menghitung jumlah semen dan pasir yang dibutuhkan, tinggal Anda kalikan ukuran luas bidang yang ingin diplester sesuai dengan ketentuan di atas.

Seperti misalnya, jika Anda ingin menerapkan plesteran yang memiliki ukuran 11 x 3 m, maka untuk jumlah semen yang diperlukan adalah 33 x 5,18 = 170,94 atau 4,27 sak. Sementara untuk kebutuhan pasir yang dibutuhkan adalah 33 x 0,026 = 0,858 m3.

  • Plesteran 1 PC : 6 PP

Dalam SNI 2008 dijelaskan bahwa dalam pembuatan adukan plester dengan menggunakan perbandingan 1 PC : 6 PP maka akan membutuhkan semen sekitar 4,42 kg/m2 dan pasir 0,027 m3/m2.

Jadi untuk dapat menghitung jumlah semen dan pasir yang dibutuhkan, tinggal Anda kalikan saja ukuran luas yang ingin diplester sesuai dengan ketentuan di atas.

Seperti misalnya, jika Anda ingin menerapkan plesteran yang memiiki ukuran 10 x 3 m. Maka untuk jumlah semen yang diperlukan adalah 30 x 4,42 = 132,6 atau 3,32 sak. Sementara untuk kebutuhan jumlah pasir yang dibutuhkan adalah 30 x 0,027 = 0,81 m3.

Perhitungan yang kami sampaikan di atas menggunakan ukuran 1 sak semen mempunyai bobot kurang lebih 40 kg.

Dari ketiga perhitungan yang kami sampaikan diatas bisa Anda pilih salah satu, yang membedakan dari bahan campuran kebutuhan semen dan pasir untuk pekerjaan plesteran adalah jumlah campuran pasirnya. Semakin sedikit jumlah pasir maka akan semakin kuat dan rekatan pada dinding atau lantai yang diplester.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *