Kelebihan Bangunan Yang Menggunakan Bata Ringan


Kelebihan Batu Bata Ringan – Penggunaan bata ringan atau dikenal dengan sebutan Autoclaved Aerated Concrete (AAC) memang sedang meningkat karena keunggulan yang dimiliki dibanding bata merah.

Bata ringan dari proses pembuatan menggunakan mesin-mesin yang canggih, sedangkan bata merah atau batako masih menggunakan cara tradisional.

PT Maccon Generasi Mandiri, Makassar menjadi salah satu produsen yang memproduksi bata ringan dan menjualnya ke seluruh Sulawesi Selatan, bahkan juga menyebar di kawasan timur Indonesia.

Lalu kelebihan bata ringan itu apa?

kelebihan bata ringan

Kelebihan Bata Ringan

Lukito H Lawy, Presiden Direktur PT Maccon Generasi Muda menjelaskan tentang keunggulan produk bata ringan dari bentuknya menyerupai bata tapi sifatnya seperti beton.

“Keunggulannya ini banyak. Pertama lebih ringan dari bata tradisional. Lebih ringan 3 kali lipat. Kalau bata merah 1800 kg per kubik sedangkan bata ringan 600 kg per kubik,” kata Lukito.

Selain bobotnya yang ringan, bata ringan ini mampu membangun kontruksi dinding lebih cepat selesai. Bata ringan pun tidak memerlukan campuran pasir dan semen seperti bata merah, karena bahan pada bata ringan ini sudah ada campuran bahan semen khusus yang bisa merekatkan dengan mudah di bata ringan.

“Keunggulan lainnya yaitu presisi. Toleransi presisi bata ringan cukup 2 mili. Kalau presisi bata merah kurang jelas standarnya. Presisi ini bisa menghemat jumlah pemakaian plester dan menekan waktu pemasangan,” ungkap Lukiyo.

“Presisi ini saat menyusun bata secara homogen, akan lebih cepat. Saat diplester juga lebih hemat karena tak ada satu ukuran yang lebih besar dati lainnya. Sifat plester itu mencari yang terluar, itu yang jadi patokan plester. Saat banyak yang tak sama, maka plester akan semakin tebal dan tentunya semakin banyak bahan yang diperlukan,” tambahnya.

Baca juga: Harga Pasir Per Kubik

Keunggulan lain dari bata ringan adanya sifat insulator yaitu dapat menyimpan udara di dalam dan mampu menghalangi suhu dari luar.

“Kalau suhu di dalam dingin tidak akan keluar, begitupun sebaliknya suhu panas di luar tak akan masuk. Bata ringan juga memiliki kedapan suara yang baik,” ungkapnya.

Sedangkan bahan baku pada bata ringan juga memiliki keunggulan yakni seluruh bahan baku pembuatan memakai non organik, berbeda dengan bata merah yang memakai organik.

“Bata ringan punya sifat turunan dari beton. Bahan baku bata ringan dan semen juga 90 persen sama. Bahan baku semen pakai pasir silika, pakai kapur, gypsum, sama seperti bata ringan. Bata ringan juga ditambah aluminium pasta,” jelas dia.

Bata ringan juga mempunyai tingkat kerataan permukaan yang baik. Tujuan diciptakan bata ringan ini selain meringankan beban struktur dari bangunan kontruksi, juga mempercepat pelaksana dan meminimalisasi sisa material yang terjadi pada proses pemasangan dinding.

rumah batu bata ringan

Baca juga: Harga Batu Bata Merah

Harga Bata Ringan Lebih Mahal

Untuk harga bata ringan memang lebih mahal dari bata merah, jika dihitung dari harga/bata. Lukito mengatakan, akan lebih menghemat cost yang dikeluarkan jika membangun rumah hingga selesai.

“Kami beri perhitungan bahwa memakai bata ringan menghemat cost yang dikeluarkan untuk pengerjaan dinding. Proses dan biaya plester bisa hemat sampai 50 persen. Membuat dinding yang mahal itu plester, aci dan catnya,” ujar dia.

“Harga bata saja memang lebih mahal dari bata merah. Tapi selanjutnya bisa hemat. Kalau dihitung harga head to head, bata ringan memang lebih mahal, tapi dari keseluruhan bisa hemat signigikan,” tambahnya.

Menurut masyarakat jika menggunakan bata ringan, akan mudah jebol. Namun hal itu ternyata salah.

“Banyak persepsi keliru masyarakat soal bata ringan. Ada yang bilang gampang dibobol karena ringan, padahal tidak. Bata ringan full subtitusi dari bata tradisional di Indonesia. Tidak ada dinding yang dulunya pakai bata tradisional yang tidak bisa pakai bata ringan,” ujar dia.

Leave a Comment