Macam Macam Jenis Sambungan Baja Ringan


Ada banyak sekali metode yang dilakukan dalam pelaksanaan sambungan baja, tetapi yang terbaik hanya ada 3 jenis saja, yaitu:



  1. Sistem Sambungan Baja dengan Las

Atau pengelasan baja merupakan sebuah proses penyambungan baja yang dilakukan dengan dipanaskan terlebih dahulu sampai bisa mencapai titik lebur yang sama. Lalu digabungkan bersama dengan bahan pengisi atau filler, yang dimana bahan pengisi dari material akan meleleh bersama dengan material baja yang ingin disambung.

Atau bisa juga diartikan sebagai ikatan metalurgi yang dapat muncul karena adanya garik tarik menarik antara atom. Hal tersebut dapat terjadi karena panas dengan atau tanpa adanya pengaruh dari tekanan.

  1. Sistem Sambungan Baja Menggunakan Baut

Baut yang digunakan sebagai alat sambung baja mempunyai bentuk batang yang bulat dan terdapat ulir. Pada salah satu bagian ujungnya biasa disebut dengan kepala baut, mempunyai bentuk segi enam. Sedangkan di bagian ujung yang lain terpasang adanya elemen baut, yang diman terdiri dari mur dan ring. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemakaian baut yang benar dalam pekerjaan konstruksi harus bersama dengan ring dan mur.

Selain itu, spesifikasi ulir yang baik pada sebuah batang baut adalah memiliki bentuk segitiga, yakni jenis ulir UNC atau Unifief Coarse Thread yang mempunyai fungsi untuk mengikat antar bahan baja. Sedangkan dalam pemilihan ring dan mur juga harus disesuaikan terlebih dahulu dengan jenis baut. Jika baut yang digunakan merupakan jenis baut baja, maka untuk mur dan ringnya juga harus dari jenis tersebut.



  1. Sistem Sambungan Baja Menggunakan Paku Keling

Paku keling atau rivet merupakan sebuah paku dari batang baja yang memiliki kandungan karbon sedang dan mempunyai kepala di salah satu bagian ujungnya. Sistem sambungan dilakukan dengan cara memasukkan paku keling ke bagian lubang yang dibuat di bagian batang atau pelat baja. Sambil menekan kepala, bagian ujung yang lain harus ditekan atau dipukul (manual atau menggunakan mesin) sampai bisa terbentuk kepala baru sebagai penutup.  Pengelingan bisa dilakukan dengan atau tanpa adanya proses pemanasana. Tujuan pemanasan supaya setelah dingin maka bisa diperoleh gaya jepit yang akan mengikat baja secara lebih kuat.

Sistem sambungan paku keling ini tidak akan menyebabkan terjadinya perubahan struktur dan cocok sekali untuk pembebanan dinamis. Sambungan ini memiliki sifat permanen sehingga tidak bisa dilakukan bongkar pasang. Namun jika misalnya terpaksa dibongkar maka bisa dilakukan dengan memotong kepala paku.

Baca juga: Cara Menghitung Rangka Atap Baja Ringan

Cara Menyambung Baja Ringan

Untuk melengkapi pembahasan ini kami juga akan menjelaskan cara menyambung baja ringan dengan mudah. Adapun alat yang digunakan untuk menyambungkan antar balok-baja ringan adalah drilling screw, yaitu sekrup yang bagian ujungnya memiliki bentuk seperti mata bor.





Leave a Reply

Your email address will not be published.