Mengenal Desain Scandinavian Interior Style


Desain Scandinavian Interior Style – Jika membahas tentang desain interior, ada banyak sekali desain yang bisa Anda coba dan sesuaikan dengan tampilan hunian yang Anda sukai. Salah satu desain interior yang banyak dipilih dan bisa Anda coba terapkan adalah Scandinavian Interior.



Desain interior ala Scandinavian ini memiliki tampilan sangat mewah sehingga berbeda jauh dengan desain interior yang lainnya. Desain ini mulai diperkenalkan pertama kali pada tahun 1930-an, tetapi baru menyebar secara luas pada tahun 1970-an. Interior rumah minimalis sederhana yang nampak bersih menjadi alasan utama mengapa kebanyakan orang menerapkan desain ini.

Baca juga: Desain Interior Vintage Untuk Rumah Klasik

Mengenal Desain Interior Scandinavian

Desain Interior Scandinavian merupakan salah satu tipe desain interior yang mengutamakan fungsi, efisiensi, kesederhanaan dan ramah lingkungan. Desain Interior Scandinavian sekarang ini memang banyak diminati karena membutuhkan ruang yang tidak terlalu besar dengan dekorasi dan furniture yang multifungsional. Desain ini didominasi oleh warna cerah yang natural dengan konsep open space dan mengandalkan pencahayaan  dari luar.

Kelebihan Gaya Scandinavian

Saat ini konsep Scandinavian sangat populer digunakan di banyak negara, termasuk Indonesia. Desain ini memiliki beberapa kelebihan, seperti:

  • Karakter desain Skandinavia cenderung bersih (clean) dan mengandung unsur kesederhanaan (simplicity).
  • Mampu memberikan kesan luas.
  • Mendapatkan pencahayaan alami karena banyak memiliki bukaan.
  • Material yang digunakan lebih ramah lingkungan.
  • Lebih ramah anak karena minimnya furnitur.

Baca juga: Contoh Ide Desain Interior Coworking Space

Ciri-Ciri Desain Scandinavian

Desain Scandinavian sangat mudah untuk dikenali karena memiliki ciri khusus. Adapun ciri-ciri desain Scandinavian adalah sebagai berikut:

  1. Dominasi Warna Netral dan Halus



Desain Scandinavian pada umumnya menggunakan warna-warna yang halus seperti warna putih, abu-abu, biru, krem, dan lainnya. Warna halus bisa menciptakan kesan rapih, bersih, dan hangat bagi siapapun yang melihatnya. Dengan menggunakan warna halus juga dapat menghadirkan kesan luas pada ruangan, dan bisa dikombinasikan dengan beberapa varian warna lain.

Selain itu, warna netral dan halu juga dapat menciptakan kesan estetis dan ruangan yang sempit akan terasa lebih lapang sekaligus modern. Meski begitu, desain interior Scandinavian sebenarnya tidak membatasi penggunaan warna yang ingin diterapkan. Banyak juga yang menggunakan warna cerah untuk membuat suasana agar terasa lebih hidup.

Baca juga: Lighting Dalam Desain Rumah

  1. Sudut Ruangan dengan Pencahayaan Terbuka

Pencahayaan yang terbuka akan membuat matahari menyinari ruangan secara langsung. Jika cahaya menyinari sudut-sudut ruangan maka bisa menciptakan kehangatan dalam ruangan tersebut.



Leave a Reply

Your email address will not be published.