Cara Menghitung Kebutuhan Genteng


Menghitung Kebutuhan Genteng – Pada saat mendirikan atau membangun sebuah rumah, maka kita diharuskan untuk selalu jeli dan teliti dalam masalah perhitungan. Hal ini bertujuan supaya kita nantinya bisa melihat berapakah biaya yang perlu dikeluarkan.



Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan bagaimana cara menghitung kebutuhan genteng untuk atap limas dan pelana. Pada penjelasan sebelumnya kami juga sudah sempat membahas bagaimana cara menghitung kebutuhan cat tembok.

Menghitung Kebutuhan Genteng Atap Rumah Limas

Perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya cara perhitungan ini hampir sama, disini kita harus mengetahui berapakah ukuran genteng dan luas atap hunian yang ingin kita bangunan. Membahas tentang genteng, tentunya Anda sudah paham bahwa ada banyak sekali jenis genteng yang beredar di pasaran.

Nah, sebelum membahas bagaimana cara menghitung kebutuhan genteng, kami akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai jenis-jenis genteng bangunan yang banyak beredar di pasaran. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Baca juga: Cara Menghitung Luas Atap Limas Dan Pelana

Jenis-Jenis Genteng Atap Bangunan

Menghitung Kebutuhan Genteng Atap Rumah Limas

Memang ada banyak sekali jenis genteng yang bisa ditemui dengan mudah di pasaran. Setiap jenis genteng sudah pasti memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.  Dengan mengetahui jenisnya maka bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan. Adapun jenis-jenis genteng rumah adalah sebagai berikut:



  1. Genteng Seng

Genteng Seng

Genteng seng merupakan jenis genteng yang paling ekonomis dan banyak digunakan. Meskipun harganya terbilang cukup terjangkau, genteng seng ternyata juga tak luput dari beberapa kekurangan.

Kekurangan yang dimilki oleh genteng seng yaitu mampu menyerap panas sehingga bagian dalam rumah akan sangat mudah terasa panas. Selain itu, genteng seng juga memiliki sifat yang tidak mampu tahan karat sehingga penggunaannya hanya beberapa tahun saja.

  1. Genteng Tanah Liat

Genteng Tanah Liat



Genteng tanah liat merupakan jenis genteng yang paling umum digunakan untuk rumah-rumah di Indonesia sejak jaman dulu. Bahan yang digunakan untuk pembuatan genteng tanah liat pun juga mudah untuk ditemukan, yaitu tanah liat.

Kelebihan yang dimiliki oleh genteng tanah liat adalah mampu meredam panas sehingga akan selalu menjaga suhu dalam rumah agar tetap sejuk. Sedangkan kekurangan yang dimiliki oleh jenis genteng yang satu ini adalah mempunyai bobot yang lumayan berat.

  1. Genteng Metal

Genteng Metal

Genteng metal merupakan jenis genteng yang juga banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Jika dilihat secara sekilas, genteng metal memang memiliki tampilan yang hampir mirip dengan genteng tanah liat.

Perbedaannya hanyalah, genteng metal memiliki jauh yang lebih ringan seperti seng. Meskipun demikian, jenis genteng rumah yang satu ini mampu memantukan panas dan anti karat.

  1. Genteng Beton

Genteng Beton



Genteng beton biasa dijadikan sebagai pilihan utama untuk penutup atap perumahan-perumahan minimalis. Bahan utama yang digunakan untuk pembuatan genteng beton adalah semen yang dicampur dengan agregat halus dan kasar serta berbagai bahan pengikat yang lainnya.

Karena dibuat dari bahan dasar berkualitas maka genteng benton memiliki kekuatan yang cukup baik dalam menahan api, panas, hujan badai, dan bahkan gangguan lumut. Namun karena memiliki bobot yang terbilang sangat berat maka untuk rangkai dari atap rumah harus sangat kuat dalam menahannya.

Baca juga: Daftar Harga Genteng

Menghitung Kebutuhan Genteng Atap Rumah Limas

Menghitung Kebutuhan Genteng Atap Rumah Limas

Ada beberapa hal yang harus dipahami saat menghitung kebutuhan rumah atap limas ini. Seperti luas atap segitiga, luas atap trapesium, dan juga ukuran genteng yang ingin digunakan. Berikut ini kami akan memberikan rumus dan juga caranya yang bisa Anda ikuti:

1. Dari Luas Atap

Seperti misalnya, apabila luas atap rumah Anda 10 m x 9 m = 90 m. Memiliki dua buah sisi atap maka total luas atap rumah Anda akan menjadi 180 m2. Apabila Anda menggunakan jenis genteng kodok  atau plentong untuk 1 m2-nya berisi 25 buah. Jadi untuk jumlah genteng yang diperlukan nantinya adalah 180 m2 x 25 = 4.500. Namun meski demikian Anda bisa melebihkan beberapa buah ketika memesan untuk mengantisipasi jika misalnya nanti terjadi kebocoran suatu hari.

2. Dari Panjang dan Lebar Pondasi

Seperti misalnya, panjang sebuah rumah = 9 m dengan lebar 6 m. Anda bisa menambahkan 1 m untuk panjang dan lebarnya sehingga luasnya akan berubah menjadi = 10 x 7 = 70 m2. Lalu jumlah luas tersebut nantinya dikalikan 35. Jadi jumlah genteng yang diperlukan adalah 70 m2 x 35 = 2.450 buah.

Jangan sampai melupakan terasnya. Apabila luas teras rumah 5 x 4 m = 20 m—> 20 x 35 = 700 buah sehingga minimal jumlah genteng yang diperlukan adalah 3.150 m2. Namun meski demikian Anda bisa melebihkan beberapa buah ketika memesan untuk mengantisipasi jika misalnya nanti terjadi kebocoran suatu hari.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *