Cara Membuat Sertifikat Tanah Dan Biayanya


Membuat Sertifikat Tanah Dan Berapa Biayanya – Kelengkapan sertifikat tanah menjadi hal penting yang wajib dimiliki oleh pemilik tanah. Sertifikat umumnya digunakan sebagai bukti yang sah bahwa pemilik sertifikat memiliki hak sepenuhnya atas tanah tersebut. Lalu bagaimana cara membuat sebuah sertifikat tanah dan berapakah biayanya?

Membuat Sertifikat Tanah

Ternyata memang banyak sekali orang masih belum tahu bahkan mengalami kebingungan saat berencana untuk membuat sertifikat tanah. Informasi mengenai hal tersebut sebenarnya mudah ditemukan secara online. Namun biasanya informasi yang diberikan kurang jelas dan bertele-tele sehingga akan semakin membingungkan.

Nah, maka dari itu kami disini akan memberikan informasi sejelas mungkin mengenai cara membuat sertifikat tanah secara lengkap beserta biayanya. Namun sebelum itu kami akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai syarat-syarat dalam membuat sertifikat tanah. Untuk lebih jelasnya mari langsung saja simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Baca juga: Cara Bayar PBB Secara Online

Syarat-syarat Membuat Sertifikat Tanah

Syarat-syarat Membuat Sertifikat Tanah

Sebelum Anda pergi ke kantor BPN atau Badan Pertanahan Nasional untuk mengurus pembuatan sertifikat tanah, ada beberapa syarat penting yang wajib dipenuhi. Syarat-syaratnya bisa dibilang cukup banyak. Adapun syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut ini:

  • SPPT PBB atau Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan Tahunan.
  • Identitas diri Anda sendiri seperti KTP.
  • KK atau Kartu Keluarga.
  • Fotokopi NPWP.
  • Akta Jual Beli Tanah yang sebelumnya sudah ditandatangani langsung oleh notaris atau kantor kecamatan.
  • Surat kuasa jika misalnya dalam pembuatannya diwakilkan.
  • Surat Setoran Pajak Daerah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan yang sudah ditandatangani.

Selain beberapa syarat yang kami sampaikan diatas, Anda juga harus menunjukkan buku tanah. Pengertian buku tanah sendiri menurut PP No. 24 Tahun 1997 adalah sebuah dokumen yang memuat data yuridis dan data fisik sebuah objek pendaftaran yang sudah ada haknya.

Dengan adanya buku tanah ini maka bisa dijadikan sebagai bukti bahwa hak atas tanah, hak pengelolaan, tanah wakaf, hak milik atas satuan rumah susun yang sudah didaftarkan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Sebelumnya penting untuk diketahui bahwa penerbitan sertifikat tanah memiliki tujuan supaya pemilik tanah nantinya mempunyai kepastian hukum yang sangat kuat.

Perihal mengenai kepastian hukum ini ternyata sudah tercantum dalam UU No. 5 tahun 1960 pasal 19 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Pasal ini sudah menjelaskan mengenai penjaminan hukum dari Pemerintah terhadap pemilik tanah yang telah melakukan pendaftaran.

Anda pun tidak akan bisa membuat sertifikat tanah bagaimanapun itu caranya tanpa adanya buku tanah. Hal ini karena memang sertifikat bisa dibuat dengan mencantumkan nama Anda dengan syarat Anda bisa menunjukkan buku tanah atas nama Anda sendiri.

Membuat Sertifikat Tanah dengan Mudah di BPN

Membuat Sertifikat Tanah dengan Mudah di BPN

Pembuatan sertifikat tanah bisa dilakukan dengan sangat mudah jika Anda sudah memiliki buku tanah atau SPPT PBB (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan).

Yang perlu Anda lakukan nantinya adalah membawa dokumen-dokumen seperti yang sudah kami sebutkan tadi langsung ke kantor BPN. Berikut ini adalah tahapan prosedur dalam membuat sertifikat tanah yang dilakukan secara mandiri:

  1. Ketika Anda sudah berada di kantor BPN, Anda bisa langsung menuju ke loket informasi untuk memverifikasi semua dokumen yang sudah dibawa.
  2. Selanjutnya, jika semua dokumen yang Anda bawa sudah dinyatakan lengkap maka Anda bisa langsung ke loket pendaftaran.
  3. Di loket pendaftaran ini nantinya Anda akan dibuatkan langsung surat STT (Surat Tanda Terima Dokumen) dan SPS (Surat Perintah Setor).
  4. Kemudian Anda sebagai pemohon diharuskan untuk membayar biaya pengukuran dan pendaftaran sertifikat tanah.
  5. Anda nantinya juga akan diminta untuk memasang patok atau tanda batas tanah yang ingin dibuat sertifikatnya.
  6. Langkah berikutnya, Anda diminta mendampingi petugas ukur yang dikirim langsung dari BPN dengan tujuan untuk melakukan pengukuran.
  7. Jika pengukuran sudah dilakukan, BPN nantinya akan memproses data lapangan. Tujuannya adalah untuk pengolahan, penggambaran, dan penerbitan peta bidang serta surat ukur.
  8. BPN nantinya akan menyerahkan langsung peta bidang dan surat ukur tersebut kepada Anda.
  9. Setelah menerima peta bidang dan surat ukur, Anda diminta untuk mendaftarkan hak di loket khusus pendaftaran hak.
  10. Anda pun mendapatkan kembali STT dan SPS. Pastinya Anda juga diharuskan untuk membayarkan lagi setoran yang diminta BPN.
  11. Apabil pembayaran sudah diterima, panitia pemeriksa tanah dari BPN nantinya akan memeriksa serta meninjau atau hal-hal yang berkaitan dengan hukum sekaligus mengecek tanda-tanda batasnya.
  12. Jika misalnya sudah tidak ada masalah maka BPN akan segera mengumumkannya.
  13. Apabila sudah selesai diumumkan, BPN selanjutnya akan membuat SK Hak atau Surat Keputusan Hak.
  14. BPN akan memberikan Surat Keputusan Hak tersebut kepada pemohon untuk segera didaftarkan sertifikat tanah.

Membuat Sertifikat Tanah Melalui Notaris

Membuat Sertifikat Tanah Melalui Notaris

Apabila cara membuat sertifikat tanah diatas dirasa sangat rumit maka Anda tidak perlu bingung lagi karena Anda bisa menggunakan jasa notaris. Namun Anda harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk membayar jasa mereka.

Untuk pembuatan sebuah sertifikat tanah dengan melalui  notaris bisa dibilang  sangat mudah, yang harus disiapkan hanyalah persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengurus pembuatan surat tanah.

Setelah dokumen-dokumen persyaratan sudah terkumpul maka bisa langsung Anda serahkan ke pihak notaris yang sudah Anda tunjuk. Dengan demikian, pihak notaris lah yang akan pergi menuju kantor BPN dan mengurus semuanya. Anda pun tidak perlu repot-repot karena hanya tinggal duduk manis menunggu sertifikat jadi.

Baca juga: Cara Membuat Denah Rumah

Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah

Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah

Selanjutnya kami akan menjelaskan berapakah biaya untuk pembuatan sertifikat tanah. Penting untuk diketahui bahwa ada 3 jenis biata membuat sertifikat tanah yang dibebankan kepada pemohon jika melakukan pendaftaran sendiri atau melalui jalur PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap), yakni:

  • Biaya untuk survei, pengukuran, dan juga pemetaan.
  • Biaya untuk pemeriksaan tanah.
  • Biaya untuk pendaftaran sertifikat tanah.
  1. Biaya untuk survei, pengukuran dan juga pemetaan

Biaya untuk survei, pengukuran dan juga pemetaan

Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk menghitung besaran biaya survei, pengukuran, dan juga pemetaan:

Untuk luas tanah yang mencapai 10 hektare atau 100 ribu meter persegi:

Tu = ((L/500) x HSBKu) + Rp100.000

Luas tanah > 10 hektare – 1.000 hektare atau 100 ribu meter persegi – 10 juta meter persegi

Tu = ((L/4.000) x HSBKu) + Rp14.000.000

Luas tanah > 1.000 hektare atau > 10 juta meter persegi

Tu = ((L/10.000) x HSBKu) + Rp134.000.000

Ket:

  • Tu adalah tarif untuk Pelayanan Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah Dalam Rangka Penetapan Batas.
  • L adalah luas tanah.
  • HSBku adalah Harga Satuan Biaya Khusus kegiatan pengukuran yang sedang berlaku untuk tahun berkenaan, untuk komponen belanja bahan dan juga honor yang berhubungan dengan keluaran atau output kegiatan.
  1. Biaya Pemeriksaan Tanah

Biaya Pemeriksaan Tanah

Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk menghitung kisaran biaya pemeriksaan tanah:

  • Perorangan: Tpa = ((L/500) x HSBKpa) + Rp350.000
  • Massal: Tpam = 1/5 x ((L/500) x HSBKpa) + Rp350.000
  1. Biaya Pendaftaran Sertifikat Tanah

Biaya Pendaftaran Sertifikat Tanah

Biaya yang terakhir yaitu biaya untuk pendaftaran sertifikat tanah. Untuk keperluan administrasi yang satu ini Anda nantinya akan dikenakan tarif sebesar Rp 50.000 untuk perorangan, sedangkan untuk badan usaha akan dikenakan tarif sekitar Rp 100.000.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *