Menghitung Kebutuhan Plesteran Dan Acian


Menghitung Kebutuhan Plesteran Dan Acian – Bagi Anda yang sudah lama berkecimpung dalam dunia bangunan, tentunya sudah tidak asing lagi jika mendengar tentang istilah plesteran dan acian. Namun bagi Anda yang masih awam pasti belum mengerti tentang kedua istilah ini, terlebih untuk teknik pengerjaannya.

Cara Menghitung Kebutuhan Plesteran Dan Acian

Nah, maka dari itu pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan mengenai pengertian lengkap beserta cara menghitung kebutuhan plesteran dan acian. Untuk lebih jelasnya, mari langsung saja simak pembahasan di bawah ini.

Pengertian Plesteran

Cara Menghitung Kebutuhan Plesteran Dan Acian

Plesteran merupakan salah satu bagian dalam proses pembuatan dinding atau lantai untuk dapat menutup pemasangan batu bata, batako, batu ringan atau bahkan beton supaya terlihat lebih rapi, halus dan juga rata.

Perbandingan bahan bangunan yang digunakan khusus untuk dinding bata merah atau batu bata dan batako adalah 1 pc : 2 ps untuk plesteran yang kedap air dan 1 pc : 4 ps untuk jenis plesteran biasa. Sementara untuk dinding bata ringan umumnya menggunakan mortar insan untuk plesterannya. Untuk ketebalan plesteran dinding adalah 1,5 cm sampai dengan 3 cm.

Untk mendapatkan hasil yang lebih maksimal sebaiknya acian dilakuan jika usia dinding plesteran benar-benar kering sekitar 2 sampai 3 hari. Hal ini bertujuan supaya dinding bangunan yang sudah dilakukan plester benar-benar kering atau dalam bahasa lapangannya sudah matang.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa di beberapa kasus banyak dijumpai dinding-dinding yang sudah berdiri mengalami keretakan. Penyebab dinding retak adalah karena plesteran langsung diaci saat kadar air masih jenuh atau tidak benar-benar kering.

Maka dari itu, supaya tidak mengalami kondisi yang seperti demikian, ketika melakukan proses pekerjaan plesteran harus diberi waktu yang cukup supaya plesteran dengan maksimal dan bisa langsung diaci.

Pemasangan batu bata yang rapi dan rata sudah pasti akan lebih menghemat material yang digunakan untuk plesteran. Sedangkan untuk plesteran yang baik tentunya juga akan menghasilkan acian yang baik, plesteran yang berkualitas pastinya akan lebih menghemat material acian. Dan untuk pekerjaan plesteran sebaiknya dilakukan setelah pengerjaan instalasi lisrik, pipa dan plumbing semua bangunan.

Hal-Hal yang Dapat Mempengaruhi Harga Plesteran

Pekerjaan plesteran di setiap wilayah biasanya memiliki harga yang berbeda-beda karena ditentukan oleh beberapa hal. Adapun hal-hal yang dapat mempengaruhi harga plesteran adalah sebagai berikut:

  1. Harga Tukang

Harga tukang atau tenaga  juga selalu tidak sama untuk di setiap daerah. Tingkat keahlian yang dimiliki oleh seorang tukang dapat mempengaruhi tingkat kecepatan dan kualitas dalam menyelesaikan pekerjaan.

Jika seorang tukang benar-benar ahli ataupun profesional, maka kemungkinan besar pekerjaan bisa cepat terselesaikan. Selain itu, pekerjaan juga akan lebih rapi sehingga secara tidak langsung juga bisa memangkas biaya tenaga pekerja.

  1. Harga atau Kualitas Pasir

Material utama yang biasa digunakan untuk plesteran adalah semen dan pasir. Pastinya harga kedua material tersebut juga sangat beragam. Untuk pekerjaan plesteran pada umumnya akan menggunakan pasir pasang sebagai lapisan penutup bata ataupun pasangan dinding yang lainnya sehingga akan nampak lebih rapi dan bersih. Jika pasir yang Anda gunakan berkualitas maka dapat mempengaruhi harga plesteran itu sendiri.

  1. Merk Semen

Selain harga tukang dan pasir, harga semen ternyata juga sangat bervariasi. Namun penting untuk diketahui bahwa harga semen tidak memberikan pengaruh yang terlalu banyak. Hal ini karena selisih antara satu merk semen dengan merk yang lainnya tidak begitu banyak. Bahkan untuk selisih antar toko bahan bangunan umumnya juga tidak signifikan.

Pada umumnya material semen dikemas dalam setiap sak dengan berat mencapai 40 kg atau 50 kg. Harga semen yang biasa digunakan dalam pekerjaan plesteran sendiri mulai dari Rp 50.000 sampai dengan Rp 60.000.

Sedangkan untuk semen yang digunakan dalam pekerjaan lainnya, harga jualnya lebih bervariasi. Beberapa merk lokal produk semen yang paling umum digunakan di Indonesia adalah Tiga Roda, Holcim, Padang, Gresik, Merah, Padang, Putih, dan lain sebagainya.

  1. Mutu Plesteran atau Komposisi Adukan Pasangan (Semen : Pasir)

Sama halnya dengan beberapa hal di atas, komposisi adukan ternyata akan sangat berpengaruh terhadap harga. Sebagai contoh, adukan dari perbandingan campuran antara 1 semen : 5 pasir sudah pasti akan jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan campuran antara 1 semen : 7 pasir. Hal ini karena penggunaan semennya yang jauh lebih banyak.

  1. Tebal Plesteran

Tebal plesteran jika menggunakan adukan biasa umumnya sekitar 15 sampai 30 mm. Tebal plesteran tersebut juga dapat mempengaruhi harga plesteran. Semakin tebal plesteran maka akan semakin mahal juga harganya.

Supaya lebih menghemat biasa, sebaiknya menggunakan plesteran yang memiliki tebal lebih tipis yaitu 15 mm. Akan tetapi, untuk membuat plesteran dengan tebal tipis bisa dibilang cukup sulit. Untuk membuat plesteran tipis maka dibutuhkan pemasangan dinding yang rapi atau lot. Sehingga dalam hal ini tukang diharuskan bisa rapi dan teliti saat memasang dinding.

  1. Lokasi Plesteran

Faktor yang dapat mempengaruhi harga plesteran yang selanjutnya adalah lokasi plesteran. Hal ini karena lokasi dapat mempengaruhi tingkat kesulitan ketika melakukan pengerjaan plesteran. Sebagai contoh, plesteran pada lantai 2 umumnya akan membutuhkan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan lantai 1.

Contoh lainnya adalah plesteran yang memiliki lokasi sangat sulit atau tinggi sehingga dibutuhkan adanya perancah. Hal ini tentunya juga akan membuat harga atau ongkos tukangnya menjadi lebih mahal.

Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Semen

Tips dalam Pekerjaan Plesteran

Ada beberapa tips yang perlu dilakukan untuk bisa membuat plesteran yang baik dan awet. Beberapa tips tersebut adalah sebagai berikut.

  • Pemasangan batako atau dinding batu bata merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Pemasangan batu bata harus dilakukan secara tegak lurus dan rapi untuk lebih menghemat pekerjaan plesteran.
  • Sebelum melaksanakan pekerjaan plesteran, bagian dinding yang ingin dipasangai plesteran harus dibasahi terlebih dahulu. Hal ini bertujuan supaya dinding dalam kondisi lembab.
  • Perbandingan campuran yang digunakan untuk membuat adukan plesteran harus sesuai. Adapun untuk standard minimalnya adalah 1 banding 7 atau 1 semen dengan 7 pasir.
  • Gunakan benang untuk dapat menentukan ketegakan horizontal dan vertikal, pastikan bahwa ketebalan plesteran selalu dicek sesuai dengan perencanaan.
  • Selama proses plesteran, jangan lupa untuk selalu memperhatikan instalasi listrik yang tertanam dalam plesteran. Hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahan supaya nantinya tidak membobok ulang plesteran.
  • Metode kerja dalam pembuatan plesteran harus menggunakan jidar alumunium. Hindari penggunaan kayu karena kayu umumnya memiliki bagian permukaan yang tidak rata sempurna.
  • Pekerjaan acian baru bisa dilakukan setelah pekerjaan plesteran tersebut sudah cukup kuat dan kering. Jangan terburu-buru untuk melakukan pekerjaan aci, sebab jika hal tersebut dilakukan akan membuat terjadinya pemanasan pada dinding. Sehingga akan menimbulkan adanya reta-retak rambut di bagian dinding.

Pengertian Acian

Cara Menghitung Kebutuhan Plesteran Dan Acian

Jika Anda sudah sedikit memahami pengertian plesteran, selanjutnya kami akan membahas tentang acian. Acian adalah suatu bagian dalam proses pengerjaan dinding atau lantai untuk dapat menutupi pori-pori atau memperhalus plesteran.

Material yang digunakan berbeda untuk pembuatan plesteran. Hal ini karena dalam pembuatan acian tidak menggunakan pasir, cukup dengan menggunakan campuran semen dengan air saja. Sementara untuk ketebalan acian kurang lebih sekitar 1 mm sampai dengan 3 mm.

Supaya nantinya tidak terjadi keretakan pada acian, maka acian bisa dilakukan setelah plesteran benar-benar kering dan tidak akan terjadi penyusutan lagi. Untuk dinding bagian dalam kurang lebih 2 sampai dengan 3 minggu, sementara untuk dinding bagian luar bisa mulai dilakukan pada acian umur sekitar 2 minggu.

Simpulan

Cara Menghitung Kebutuhan Plesteran Dan Acian

Jadi perbedaannya yaitu plesteran akan dilakukan setelah pemasangan bata atau pembuatan beton yang memiliki tujuan untuk dapat menutup bagian permukaannya agar terlihat lebih rapi, halus dan juga rata. Sementara untuk acian akan dilakukan setelah plesteran, yang memiliki fungsi utama untuk dapat menghaluskan plesteran.

Material yang digunakan juga tidak sama, untuk acian memang hanya menggunakan semen dan juga air saja. Sedangkan plesteran jauh lebih lengkap seperti pasir, semen, dan air. Untuk plesteran dinding bata ringan umumnya akan menggunakan mortar.

Apabila kita urutakan pada proses pembangunan dinding bata adalah: pemasangan bahan dasar utama seperti batu bata, bata ringan atau hebel, batako, atau pembuatan beton. Kemudian plesteran dilanjutkan dengan acian yang kemudian di plamir, cat dinding atau pemasangan wallpaper dan lain sebagainya.

Analisa Harga Satuan Plesteran dan Acian Dinding

Sebagai contoh perhitungannya mari kita ambil perkiraannya sebagai berikut ini:
Pasir Pasang per m3
220.000,-
Semen per sak 50 kg  72.000,-
Harga Upah Pekerja per hari 70.000,-
Harga Upah Tukang Batu per hari  100.000,-
Harga Upah Kepala Tukang per hari 120.000,-
Harga Upah Mandor per hari 150.000,-
Pekerjaan Plesteran Adukan 1 : 2 tebal 2 cm / m2 
Material
Semen 0,240 sak @ 72.000 = 17.280
Pasir Pasang 0,014 m3 @ 220.000 = 3.080
Alat Bantu 1,000 Ls @ 2.500 = 2.500
Subtotal = 22.860
Upah
Pekerja 0,300 OH @ 70.000 = 21.000
Tukang Batu 0,150 OH @ 100.000 = 15.000
Kepala Tukang 0,020 OH @ 120.000 = 2.400
Mandor 0,010 OH @ 150.000 = 1.500
 Subtotal = 39.900
 Total = 62.760
Dibulatkan = 62.700
Pekerjaan Plesteran Adukan 1 : 3 tebal 2 cm / m2 
Material
Semen 0,180 sak @ 72.000 = 12.960
Pasir Pasang 0,016 m3 @ 220.000 = 3.520
Alat Bantu 1,000 Ls @ 2.500 = 2.500
Subtotal = 18.980
Upah
Pekerja 0,300 OH @ 70.000 = 21.000
Tukang Batu 0,150 OH @ 100.000 = 15.000
Kepala Tukang 0,020 OH @ 120.000 = 2.400
Mandor 0,010 OH @ 150.000 = 1.500
 Subtotal = 39.900
 Total = 58.880
Dibulatkan = 58.800
Pekerjaan Plesteran Adukan 1 : 4 tebal 2 cm / m2 
Material
Semen 0,145 sak @ 72.000 = 10.440
Pasir Pasang 0,018 m3 @ 220.000 = 3.960
Alat Bantu 1,000 Ls @ 2.500 = 2.500
Subtotal = 16.900
Upah
Pekerja 0,300 OH @ 70.000 = 21.000
Tukang Batu 0,150 OH @ 100.000 = 15.000
Kepala Tukang 0,020 OH @ 120.000 = 2.400
Mandor 0,010 OH @ 150.000 = 1.500
 Subtotal = 39.900
 Total = 56.800
Dibulatkan = 56.800
Pekerjaan Plesteran Adukan 1 : 5 tebal 2 cm / m2 
Material
Semen 0,120 sak @ 72.000 = 8.640
Pasir Pasang 0,020 m3 @ 220.000 = 4.400
Alat Bantu 1,000 Ls @ 2.500 = 2.500
Subtotal = 15.540
Upah
Pekerja 0,300 OH @ 70.000 = 21.000
Tukang Batu 0,150 OH @ 100.000 = 15.000
Kepala Tukang 0,020 OH @ 120.000 = 2.400
Mandor 0,010 OH @ 150.000 = 1.500
 Subtotal = 39.900
 Total = 55.440
Dibulatkan = 55.400

Pekerjaan Acian / m2 

Material
Semen 0,035 sak @ 72.000 = 2.520
Alat Bantu 1,000 Ls @ 200 = 200
Subtotal = 2.720
Upah
Pekerja 0,200 OH @ 70.000 = 14.000
Tukang Batu 0,100 OH @ 100.000 = 10.000
Kepala Tukang 0,010 OH @ 120.000 = 1.200
Mandor 0,010 OH @ 150.000 = 1.500
 Subtotal = 26.700
 Total = 29.420
Dibulatkan = 29.400

Penting untuk diketahui bahwa dalam pekerjaan plester aci harus ditambahkan biaya plesteran dan juga biaya acian. Seperti misalnya plesteran adukan 1 pc : 5 ps biaya 5.400 + acian 39.400 = 104.800,-

Menghitung Kebutuhan Plesteran dan Acian

Cara Menghitung Kebutuhan Plesteran Dan Acian

Perlu diketahui bahwa sebenarnya cara menghitung kebutuhan untuk pengerjaan plesteran dan acian hampir sama dengan cara menghitung kebutuhan material untuk pengerjaan pemasangan batu.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung berapakah volume pekerjaan plesteran dan volume pengerjaan acian itu sendiri. Selanjutnya, jika kita sudah mengetahui berapakah volume pekerjaannya, maka bisa dimulai perhitungan kebutuhan materi atau material yang diinginkan dengan cara mengkalikan volume pekerjaan dengan angka koefisien keperluan bahannya.

Contoh Perhitungan Volume Kebutuhan Semen dan Pasir untuk Pengerjaan Plesteran dan Acian

Cara Menghitung Kebutuhan Plesteran Dan Acian

 

Diketahui bahwa besarnya volume pekerjaan dinding adalah 77,24 meter persegi (m2). Sekarang bisa mulai dilakukan perhitungan berapakah volume pekerjaan plesteran dan pekerjaan acian yang sesuai dengan tumpuan tersebut.

Volume pekerjaan plesteran adalah 2 kali dari volume dinding. Maka :

Volume pek. plesteran = volume pek. dinding X 2
Volume pek. plesteran = 77,24 X 2
Volume pek. Plesteran = 154,48 m2

Sementara untuk volume pekerjaan acian adalah sama dengan volume pekerjaan plesteran.

Volume pek. Acian = volume pekerjaan plesteran
Volume pek. acian = 154,48 m2

Untuk total volume pekerjaan plesteran dan acian sekarang sudah bisa diketahui. Berikutnya adalah melakukan perhitungan mengenai berapakah kebutuhan material untuk setiap pekerjaan tersebut.

Menghitung Kebutuhan Pasir dan Semen untuk Pengerjaan Plesteran

Cara Menghitung Kebutuhan Plesteran Dan Acian

Berikut ini adalah tabel koefisien kebutuhan materi untuk pengerjaan plesteran:

Menghitung kebutuhan pasir dan semen

Dari tabel diatas sudah bisa diketahui koefisien koefisien untuk beberapa komposisi perbandingan campuran. Mulai dari pengerjaan plesteran yang menggunakan perbandingan adonan 1 : 1, adonan 1 : 2, adonan 1 : 3, hingga plesteran yang menggunakan adonan 1 : 4.

Pada tumpuan perhitungan kali ini kami akan menggunakan koefisien plesteran adonan 1 : 4. Dari tabel diatas bisa didapat bahwa koefisien pasir adalah 0,024 m3 dan semen 6,24 kg untuk setiap m2 pemasangan plesteran yang menggunakan tebal 15 mm.

Maka kebutuhan pasir dan juga semen untuk pekerjaan plesteran dengan total volume 154,48 m2 menyerupai yang kami sebutkan di atas tadi adalah sebagai berikut:

Volume bahan   = volume pekerjaan X koefisien bahan
Volume pasir     = 154,48 X 0,024 = 3,7075 m3
Volume Semen  = 154,48 X 6,24 = 963,955 Kg atau hampir mendekati 20 zak semen (1 zak isi 50 Kg)

Baca juga: Harga Pasir Bangunan

Menghitung Kebutuhan Semen untuk Pengerjaan Acian

Untuk melakukan pengerjaan acian dalam setiap satu meter perseginya atau 1 m2 maka akan dibutuhkan semen sekitar 3,25 kg. Jadi kalau volume pengerjaan acian adalah 154,48 m2 maka untuk kebutuhan semen adalah sebagai berikut:

Volume semen = 154,48 x 3,25 = 502,06 kg atau sekitar 10 zak semen dengan isi per zaknya sekitar 50 kg.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan pada pembahasan kali ini mengenai cara perhitungan kebutuhan untuk pekerjaan plesteran dan acian. Semoga informasi yang telah kami sampaikan kali ini bisa memberikan banyak manfaat bagi pembaca semua. Terima kasih sudah mengunjungi website kami.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *